Persyaratan Pengusaha UMKMK Mengajukan KUR

Masyarakat Indonesia dapat lebih maju dan sejahtera jika didukung bidang perekonomian yang maju pesat. Salah satu sektor perekonomian yang dapat menyejahterakan masyarakat, yaitu Usaha Mikro Kecil Menengah dan Koperasi (UMKMK). Oleh karena itu, pemerintah Indonesia membantu para pengusaha yang bergerak di sektor UMKMK ini, salah satunya dengan pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR). Lalu, apa saja syarat-syarat bagi pengusaha UMKMK yang ingin mengajukan KUR di bank pelaksana?

syarat mendapatkan KUR

Syarat-syarat penerima KUR

Beberapa persyaratan umum bagi pengusaha UMKMK yang ingin mengajukan KUR, antara lain sebagai berikut. Pertama, pengusaha yang bersangkutan tidak sedang menerima kredit atau pembiayaan dari perbankan dan atau tidak sedang menerima kredit program dari pemerintah selain KUR. Kedua, pengusaha UMKMK sedang dalam menerima kredit konsumtif, seperti kredit kepemilikan rumah, kredit kendaraan bermotor, kartu kredit, dan kredit konsumtif lainnya. Ketiga, bagi pengusaha UMKMK yang masih tercatat dalam sistem informasi debitur BI, tetapi yang sudah melunasi pinjaman. Oleh karena itu, diperlukan surat keterangan lunas bank sebelumnya. Keempat, bagi pengambil KUR mikro, tidak perlu dilakukan pengecekan sistem informasi debitur Bank Indonesia.

Selain syarat umum di atas yang harus dipenuhi, seorang pengusaha UMKMK harus menyertakan bukti dari dokumen legalitas dan perizinan saat mengajukan KUR, antara lain sebagai berikut. Pertama, identitas diri nasabah yang masih berlaku, seperti KTP, SIM, Kartu Keluarga, atau yang lainnya. Kedua, keterangan legalitas usaha, seperti akta pendirian dan akta perubahan. Selain itu, dilampirkan juga bukti perizinan usaha, seperti SIU, TDP, SK Domisili, dan yang lainnya. Ketiga, bukti catatan pembukuan atau laporan keuangan dari usaha UMKM. Keempat, fotokopi bukti agunan.

Plafon dana yang diberikan KUR

Setelah semua persyaratan terpenuhi oleh pengusaha UMKMK, dan sudah disetujui oleh bank pelaksana. Selanjutnya, akan dibuatkan surat perjanjian yang harus ditandatangani oleh kedua pihak, yaitu pihak pengusaha dan pihak bank pelaksana.

Pihak pengusaha juga harus mengetahui berapa saja plafon KUR yang dapat diperolehnya saat mengajukan kepada bank pelaksana. Untuk KUR mikro, KUR diberikan diberikan kepada pengusaha UMKMK dengan plafon hingga Rp20.000.000 (dua puluh juta rupiah). Sementara untuk KUR ritel, KUR yang diberikan kepada pengusaha UMKM dengan plafon di atas Rp20.000.000 (dua puluh juta rupiah) hingga Rp500.000.000,- (lima ratus juta rupiah).

Suku bunga KUR mikro maksimal sebesar atau setara 22% efektif per tahun dan suku bunga KUR ritel maksimal sebesar atau setara 13% efektif per tahun.

Itulah sedikit informasi mengenai persyaratan umum dan persyaratan administrasi yang harus diketahui dan dipenuhi oleh pengusaha-pengusaha UMKMK yang ingin mengajukan KUR. Satu hal yang pasti, program KUR dari pemerintah ini secara umum bertujuan untuk menyejahterakan seluruh masyarakat Indonesia melalui pembiayaan pada UMKMK. Oleh karena itu, pengusaha UMKMK tidak perlu ragu dan risau untuk mengajukan KUR secepatnya.

Persyaratan Pengusaha UMKMK Mengajukan KUR | Scareface | 4.5